Heal The World

Respect Each Other. Help Each Other. Protect Our Environment. Stop Global Warming. Go Green. Healthy Living.
Life in Harmony. Stop War. Smile. Make Peace. Pray Together. Do Our Best. Never Give Up.

Selasa, 02 November 2010

Penyakit Kucing yang Menular Pada Manusia

 =======================================

Cacingan

Cacingan sering dianggap penyakit yang ringan, padahal penyebab kematian terbesar satwa dipelihara oleh manusia dalam kondisi buruk adalah penyakit ini. Stress dapat meningkatkan jumlah infeksi cacing dalam tubuh. Dengan ukuran yang sangat kecilyaitu 0,01-0,1 mm, sangat memudah bagi parasit menular ke semua satwa termasuk manusia.
Diare, badan kurus, kekurangan cairan (dehidrasi), anemia serta badan lemas merupakan gejala awal yang ditimbulkan oleh adanya infeksi cacing. Kejang-kejang pada seluruh anggota gerak, perut membesar dan keras akibat adanya timbunan gas (kembung) merupakan tanda bahwa racun telah menyebar ke seluruh tubuh. Bila tidak segera diobati maka kematian akan menjemput penderitanya.
Hampir semua satwa yang berpotensi menularkan penyakit cacingan, misalnya primata, musang, kucing, burung nuri, kakatua, dan lain-lain.


Toxoplasmosis

Penyakit ini ditakuti oleh kaum wanita karena menyebabkan kemandulan atau selalu keguguran bila mengandung. Bayi yang lahir dengan kondisi cacatpun juga dapat di sebabkan oleh penyakit ini.
Penyakit Toxoplasmosis disebarkan oleh satwa bangsa kucing, misalnya kucing hutan, harimau atau juga kucing rumahan. Penularan kepada manusia melalui empat cara yaitu: secara tidak sengaja menelan makanan atau minuman yang telah tercemar Toxoplasama, memakan makanan yang berasal dari daging yang mengandung parasit Toxopalsma dan tidak dimasak secara sempurna/setengah matang. Penularan lain adalah infeksi penyakit yang ditularkan melalui placenta bayi dalam kandungan bagi ibu yang mengandung. Cara penularan terakhir adalah melalui transfusi darah.




Leptospirosis

Penyakit yang disebabkan oleh sejenis kuman ini menyerang semua jenis satwa termasuk manusia. Organ tubuh yang paling disukai oleh kuman ini tumbuh subur adalah ginjal dan organ reproduksi. Penularan penyakit berawal dari adanya luka yang terbuka dan terkontaminasi dengan air kencing atau cairan dari organ reproduksi. Bakan makanan atau minuman yang tercemarpun dapat menyebakan infeksi masuk dalam tubuh.
Gejala yang mudah diamati bila terinfeksi penyakit ini adalah air kencing berubah menjadi merah karena ginjal penderita mengalami perdarahan. Selain itu kepala akan mengalami sakit yang luar biasa, depresi, badan lemah bahkan wanita hamil juga akan mengalami keguguran. Sampai saat ini belum ada vaksin Leptospira untuk manusia, yang tersedia hanya untuk satwa. Satwa yang bisa menularkan penyakit mengerikan ini adalah anjing, kucing, harimau, tikus, musang, jelarang dan tupai.


Kutu Scabies (Kudisan)

Scabiesis adalah penyakit kulit yang disebabkan tungau (sejenis kutu)scabies/sarcoptes. Penyakit ini sering menyerang anjing, kucing, kelinci dan dapat juga menular ke manusia. Sebagian besar scabiesis pada anjing dan kelinci disebabkan oleh tungau sarcoptes scabiei, sedangkan notoedres cati lebih sering menyebabkan scabiesis pada kucing. Selain notoedres cati, Sarcoptes scabiei juga dapat menyerang kucing. 


Scabiesis pada kucing lebih sering disebabkan notoedres cati, seperti halnya sarcoptes scabiei yang lebih sering menyerang anjing. Tungau ini berukuran sangat kecil (0.2-0.4 mm), hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau kaca pembesar.

Seperti juga tungau lain yang termasuk dalam keluarga sracoptes, notoedres cati dapat menyerang manusia. Sepertihalnya pada kucing, scabies juga menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal pada kulit manusia.

Pada bagian yang terasa gatal biasanya terbentuk semacam benjolan kecil seperti jerawat, di dalamnya terdapat cairan. Bila pecah karena terus digaruk, tungau yang terdapat di dalamnya bisa menyebar ke daerah di sekitarnya. Rasa gatal yang ditimbulkan oleh tungau scabies cukup mengganggu.

Pada manusia biasanya penyakit ini bersifat sementara dan sembuh dengan sendirinya. Beberapa orang mungkin mempunyai kekebalan tubuh yang kurang baik dan cenderung lebih sensitif terhadap serangan scabies ini.



BULU RONTOK PADA KUCING, TANDA KESEHATAN BERMASALAH

Secara normal bulu binatang termasuk kucing akan rontok dengan sendirinya untuk diganti dengan yang baru. Umumnya bulu yang lebih tua akan rontok terlebih dahulu kemudian disusul bulu bulu yang lebih muda, namun bulu bulu yang rontok secara normal ini jumlahnya tidak banyak dan tidak disertai perubahan pada kulit seperti warna kulit menjadi kemerahan, adanya benjolan (papula, pustula dan lain sebagainya), sisik, maupun kerak kerak berbeda dengan kerontokan yang disebabkan oleh gangguan kesehatan. Bulu yang rontok karena gangguan kesehatan umumnya berjumlah lebih banyak dengan disertai sejumlah gangguan lain. Pemilik hendaknya mengenali gangguan ini sehingga dapat bertindak dengan cepat, disarankan berkonsultasi dengan dokter hewan jika si meong mengalami kerontokan rambut yang tidak normal. Beberapa gangguan kesehatan yang mengakibatkan kerontokan bulu adalah sebagai berikut: 


1. Peradangan kulit karena Alergi
Peradangan kulit karena alergi dan iritasi merupakan penyebab kerontokan bulu yang sangat sering dialami kucing. Alergi bisa disebabkan oleh antibiotik topikal, kontak dengan nikel, wool, plastik sejumlah bahan kimia yang terdapat dalam deodoran (penghilang bau) karpet ataupun peradangan yang disebabkan sejumlah racun. Dermatitis karena alergi umumnya disebabkan lebih dari 1 macam zat dan tidak menimpa semua kucing, hanya beberapa kucing yang terserang dermatitis karena alergi dengan berbagai macam bahan diatas. Gangguan ini ditandai dengan kemerahan kulit dan adanya benjolan atau lepuh lepuh pada kulit diiringi dengan pertumbuhan bulu yang lambat pada daerah yang secara langsung berhubungan dengan luka. Gatal gatal dan kerontokan bulu akan terjadi ketika penyakit ini telah berjalan kronis. Pengobatan dilakukan dengan steroid dan anti histamin serta disertai dengan menjauhkan alergen (bahan penyebab alergi) dari kucing yang terserang. Jika kucing anda mengalami masalah kesehatan ini, disarankan segera berkonsultasi dengan dokter hewan karena lebih aman daripada anda mengobati sendiri penyakit tersebut. 


2. Atopy
Penyakit ini merupakan peradangan kulit (dermatitis) yang disebabkan karena reaksi alergi ketika kucing menghisap bahan bahan tertentu seperti serbuk sari, debu yang mengandung jamur maupun kutu. Kejadian ini ditandai dengan peradangan pada kaki dan telinga, gatal gatal dan kemerahan pada kulit. Pengobatan dilakukan dengan antihistamin, steroid, suplemen asam lemak omega tiga, sampo tertentu dan terapi imunologis disertai dengan menjauhkan dari alergen diatas. Pengobatan yang dilakukan oleh dokter hewan lebih disarankan dibanding pengobatan sendiri, disamping pengobatan akan lebih tepat, dokter hewan bisa memberikan saran saran terbaik secara khusus pada kucing anda.

3. Cheyetiela
Cheyetiela adalah tungau yang biasa menyerang kelinci. Tungau ini juga bisa mengakibatkan peradangan kulit pada kucing. Penyakit ini ditandai dengan gatal gatal dan sisik pada kulit. Jika berat bulu akan rontok. Peradangan ini biasa diobati dengan pyretrin.

4. Facial/preauricular alopecia
Preauricular alopecia merupakan kerontokan bulu yang normal terjadi di sekitar mata (antara mata dan telinga). Kerontokan rambut ini sering terjadi pada kucing yang berusia 14-20 minggu dan lebih umum terjadi pada kucing berambut pendek dan kucing berkulit gelap.

5. Flea alergi dermatitis
Gangguan ini merupakan gangguan yang disebabkan karena si meong alergi terhadap gigitan kutu tertentu. Ada zat tertentu pada air liur kutu sehingga mengakibatkan alergi pada sejumlah kucing. Kucing yang menderita penyakit ini umumnya ditandai dengan kemerahan pada kulit yang disertai adanya benjolan benjolan (papula), kerontokan bulu, kulit berkerak dan bersisik. Untuk mengendalikan penyakit ini yang harus diberantas adalah keberadaan kutu di kandang dan lingkungan. Alergi yang terjadi dapat dikonsultasikan kepada dokter hewan.

6. Alergi Makanan
Gangguan ini disebabkan karena si meong alergi terhadap bahan makanan tertentu, ditandai dengan menggaruk garuk kaki, gatal gatal dan kemerahan pada kulit. Untuk mengatasi hal gangguan ini mudah saja yakni dengan mengganti pakan penyebab alergi. Bagi pemilik atau perawat kucing penting sekali melihat reaksi si meong setelah makan makanan tertentu, terutama pakan yang baru pertama kali diberikan sehingga jika terjadi alergi karena makanan dapat dengan mudah diketahui pakan yang mana penyebabnya.

7. Kerontokan bulu selama bunting dan menyusui
Kerontokan bulu pada kucing betina selama bunting dan menyusui adalah suatu hal yang normal. Hal ini disebabkan karena betina merasa stress yang disebabkan karena sakit selama bunting, melahirkan ataupun karena pembedahan (saat melahirkan). Kerontokan bulu ini biasanya berjalan tiba tiba dan menyebar luas.

8. Hipertiroid
1 dari 3 kucing umumnya menderita gangguan ini. Gangguan pada kulit ini disebabkan melimpahnya produksi hormon yang diproduksi kelenjar tiroid. Gangguan ini ditandai dengan kerontokan bulu dan bulu mudah lepas. Sebaiknya penderita dibawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan.

9. Psycogenic/neurogenic dermatitis.
Gangguan ini terjadi karena kucing merasa stres yang bisa disebabkan karena kebosanan, ketakutan dan lain sebagainya, sangat umum menyerang kucing yang tinggal di lingkungan baru. Kerontokan bulu biasanya terjadi secara simetris atau terjadi pada kedua sisi tubuh, kemungkinan terdapat ulser yang umumnya terdapat mulai dari bagian perut ke belakang. Menempatkan si meong pada lingkungan yang nyaman merupakan cara yang paling tepat untuk memecahkan masalah ini, sejumlah pengobatan dapat dilakukan oleh dokter hewan untuk membantu meringankan penyakit ini.

10. Ringworm
Penyakit ini disebabkan oleh jamur, ditandai dengan kerak kerak, gatal gatal pada kulit dan adanya bulatan bulatan pada kulit dengan disertai kerontokan bulu. Pengobatan yang umum adalah dengan griseofulvin atau itraconazole, namun disarankan pemilik berkonsultasi dahulu dengan dokter hewan.

11. Kemoterapi
Kemoterapi dapat mengakibatkan kerontokan bulu pada kucing. Jika kerontokan bulu disebabkan oleh kemoterapi maka tidak bisa disembuhkan namun kerontokan bulu ini akan segera berhenti apabila kemoterapi telah selesai atau dihentikan.

12. Demodekosis
Demodekosis merupakan penyakit yang menyerang kulit sejumlah hewan termasuk kucing. Penyakit ini disebabkan oleh tungau demodex sp. Perlu kesabaran untuk menyembuhkan penyakit ini karena biasanya berjalan lama apalagi jika telah menyebar. Tungau demodex sangat umum menyerang kucing yang tingkat kekebalannya menurun. Demodekosis ditandai dengan adaya kerontokan bulu, dan kulit bersisik, serta berwarna kemerahan. Gatal gatal yang menyertai penyakit ini sangat menyiksa si meong sehingga perlu segera dibawa ke dokter hewan karena jika sudah menyebar penyakit ini sukar disembuhkan. Pengobatan biasanya dilakukan dengan rotenon, amitraz atau ivermectin. Pemilik disarankan membawa kucingnya ke dokter hewan jika menunjukkan tanda tanda terserang penyakit ini.

13. Reaksi terhadap injeksi atau pemberian obat tertentu
Kejadian ini jarang terjadi pada kucing, namun pemberian cephalosporin, sulfonamid atau penicillin dengan cara dihirup (inhalasi), topikal (dioleskan ke permukaan kulit) ataupun injeksi (suntikan) bisa menimbulkan gangguan berupa kerontokan bulu kucing 2 minggu setelah pemberian obat.

14. Solar dermatitis (sunburn)
Gangguan ini disebabkan sengatan sinar matahari. Sejumlah kucing sensitif dengan sengatan sinar matahari. Ditandai dengan kemerahan pada kulit, adanya sisik sisik pada hidung dan telinga yang bisa berkembang menjadi kerak kerak dan ulser, serta bulu rontok. Pencegahan lebih diperlukan untuk menangani gangguan ini, hendaknya kucing yang sensitif dilarang kontak dengan sinar matahari sejak jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Jika terpaksa kontak hendaknya dilindungi dengan penggunaan sun block atau tabir surya.

Bulu Rontok

Bulu-bulu menempel di sofa dan baju sepertinya sudah merupakan hal yang biasa bagi pemilik kucing, tapi sekarang kok, bulu yang rontok sepertinya semakin banyak. Ada rasa ketakutan si kucing sedang sakit atau ketakutan bulu kucing tak setebal dan seindah dulu lagi.

Masalah kerontokan bulu merupakan masalah yang sering menyerang kucing, apalagi yang berbulu panjang. Mengatasi masalah ini gampang-gampang susah karena penyebabnya yang banyak.

Sebenarnya ada banyak penyebab bulu rontok pada kucing, seperti di bawah ini :

  • Rontok normal
Umumnya kucing mengalami kerontokan bulu setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti pertumbuhan bulu baru. Beberapa kucing mengalami kerontokan 2 atau beberapa kali setahun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Kerontokan yang tidak terlalu banyak juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai siklus reproduksi kucing.

  • Kekurangan nutrisi
Anak kucing memerlukan makanan dengan kandungan protein minimal 30 %, sedangkan kucing dewasa 25-30 %. Selain itu juga memerlukan berbagai vitamin dan nutrisi lain agar tetap sehat dan keadaan kulit dan bulu juga tetap optimal. Makanan kucing komersial yang relatif murah biasanya mempunyai kanduingan protein yang rendah dan tidak mengandung berbagai vitamin dan nutrisi tambahan yang diperlukan kucing. Solusinya ganti atau campur dengan makanan yang lengkap dan seimbang nutrisinya (balanced & complete nutrition). Vitamin yang berhubungan erat dengan perkembangan bulu adalah vitamin A dan E.

  • Kelebihan vitamin
Sepertihalnya kekurangan vitamin, kelebihan vitamin juga dapat menyebabkan bulu rontok dan kulit kering, berkerak dan mengelupas.

  • Suhu kandang/tempat tinggal terlalu panas
Fungsi kulit dan bulu adalah untuk melindungi badan dari berbagai pengaruh lingkungan dan penyakit. Kulit dan bulu juga berusaha mengatur suhu tubuh dalam batas tertentu. Pada tempat beriklim dingin bulu akan terangsang untuk tumbuh lebih tebal dan panjang karena berfungsi mencegah hilangnya panas dari tubuh. Sebaliknya kucing cenderung merontokkan bulunya sendiri bila lingkungan tempat tinggalnya terlalu panas. Tempatkanlah kucing ditempat yang sejuk, kering dan bersih dengan sirkulasi udara yang lancar.

  • Shampoo & Mandi
Shampoo yang tidak sesuai untuk kucing baik dari segi kandungan dan derajat keasaman (ph) dapat menyebabkan kerontokan. Beberapa shampoo yang banyak busanya mempunyai kandungan deterjen yang cukup tinggi yang dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering dapat mempengaruhi kelembaban normal kulit & bulu kucing. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi berkembangnya jamur. Sebaliknya kelembaban yang rendah membuat kulit dan bulu kering dan rapuh. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna juga dapat membuat kulit iritasi dan bulu rontok.

  • Kutu/Pinjal (flea)
Gigitan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang ringan disekitar gigitan. Bila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit semakin meningkat, akibatnya akan mempertinggi resiko kerontokan bulu yang tumbuh di atas kulit tersebut

  • Tungau (mites)
Kebanyakan tungau hidup dengan menghisap cairan tubuh yang terdapat dikulit, sehingga akhirnya kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Tungau seperti demodex dan scabies sering menyerang kucing. Mahluk ini hidup dan tinggal di bawah kulit dalam lubang dan terowongan yang digalinya sendiri. Reaksi alergi dan radang yang muncul juga dapat memperparah kerusakan kulit dan bulu.

  • Jamur (mold)
Indonesia yang berada di daerah tropis dengan kelembaban tinggi merupakan daerah yang cocok bagi tumbuhnya berbagai jenis jamur. Bulu tebal dan panjang pada kucing juga menciptakan tempat yang cocok bagi tumbuhnya jamur. Salah satu penyakit kulit yang sering disebut Ringworm juga disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing & anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal serta kemerahan pada kulit.

  • Gangguan hormon
Gangguan pada produksi beberapa hormon juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan bulu. Salah satu yang paling jelas adalah kebotakan yang bersifat simetris pada kedua sisi tubuh akibat gangguan pada hormon adrenal

  • Alergi
Alergi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti gigitan kutu, makanan, vaksin dan obat-obatan, rumput atau tanaman lain, plastik, dll. Pemecahan masalah alergi relatif mudah yaitu dengan pemberian antihistamin dan menghindarkan kontak dengan bahan penyebab alergi, yang sulit adalah mencari dan mengidentifikasi bahan penyebab alerginya.

  • Obat-obatan
Obat-obatan anti kanker pada saat menjalani kemoterapi juga dapat menyebabkan bulu rontok. Suntikan beberapa jenis obat dapat menyebabkan kerontokan disekitar tempat suntikan. Bulu biasanya akan tumbuh kembali setelah efek obat habis.

  • Gangguan kekebalan
Kerontokan bulu juga terjadi pada beberapa penyakit gangguan kekebalan tubuh seperti autoimun.

Penyakit Flu kucing

Penyakit pada kucing yang juga sering terjadi pada manusia mungkin adalah flu. Pada kucing, flu ini disebut feline upper respiratory disease (Penyakit alat pernapasan atas).
Dan tahukah anda! ini merupakan salah satu dari puluhan jenis Penyakit pada kucing yang dapat menular cepat pada anak-anak kucing.
Flu ini Disebabkan oleh vius golongan herpes (Calicivirus) terkadang menginfeksi bersama virus mikoplasma seperti Chlamydia. Dan langsung mengenfeksi di dalam alat pernafasan kucing.
Sedangkan…

Gejala flu maupun ciri flunya sebenarnya hampir sama dengan manusia. Berikut beberapa diantaranya
  • Pertama tentu adalah ciri flu pada umumnya yaitu BERSIN.
  • Kemudian diikuti demam tinggi dengan suhu diantara 40-41 C.
  • Nafsu makan hilang (kalau ini kayaknya semua penyakit kucing ya :D )
  • Depresi
Hampir sebagian besar sama dengan manusia bukan? Namun jika gejala flu ini tidak anda tindaklanjuti, maka penyakit kucing ini akan semain menjadi-jadi seperti berikut :
  • Peradangan di mata dan hidung kucing
  • Air liur keluar secara berlebihan
  • Hidung mengental disertai Ingus keluar
  • Terkadang terlihat luka selaput hidung, vivir atau lidah
Sedangkan untuk pengobatannya adalah diberi pakan secara paksa akibat nasfsu makan hilang. Dan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder dan membasmi mikoplasma Chlamydia, kucing  diberi antibiotic spectrum luas.
Lalu apa obat flu kucing yang tepat untuk penyait kucing ini?

Tentu saja langkah yang paling benar adalah membawanya ke dokter. Dan untuk mencegah flu di kemudian hari, mintalah dokter untuk memberi tahu vaksinasi yang tepat. Dan minta juga melakukannya enam bulan sekali.
OK! Semoga artikel penyakit pada kucing ini dapat membantu anda merawat kucing dengan baik lagi!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar